Halaman

Jumat, 29 Oktober 2010

Sumpah Pemuda Untuk Pemimpin Baru

Oleh : Alvian Beraf 
Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertanah air satu, tanah air Indonesia
Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Sumpah pemuda 28 Oktober 1928 yang dideklarasikan para pemuda,  memiliki makna yang mendalam akan rasa persatuan dan kesatuan, untuk memiliki bangsa ini, tanah tumpah darah ini, dengan satu bahasa. Namun, dalam perkembangan bangsa ini, sumpah pemuda 1928 hanyalah tinggal cerita. Makna persatuan dan kesatuan telah berubah menjadi perpecahan dan dendam.
 Putra dan Putri Indonesia, semakin kehilangan rasa memiliki bangsa ini. Putra dan Putri Indonesia tidak lagi menjadikan sumpah pemuda sebagai alat pemersatu dalam mempertahankan dan mengisi pembangunan di bangsa ini, secara adil dan bertanggungjawab.
Lembata dalam menyongsong Pilkada 2011 mendatang, telah menghadirkan sejumlah Putra dan Putri lembata, untuk menjadi pemimpin pada 2011-2016. Putra dan Putri lembata yang maju sebagai calon bupati, berusaha menampilkan diri sebagai Putra dan Putri yang selalu berada pada garis depan pembangunan lembata. Pernyataan-pernyataan mereka, menghendaki agar lembata bersatu, dan merekalah yang pantas menjadi pemimpin.
Dan inilah saatnya lembata dipimpin oleh orang-orang muda. Orang muda yang cerdas, kreatif, energik, inovatif, perduli, bertanggungjawab dan rasa memiliki lembata. Dengan semangat sumpah pemuda, Putra dan Putri lembata, dapat mendeklarasikan sumpah pemuda lembata, dan bersatu untuk memilih pemimpin baru lembata 2011-2016.
Ini sumpah pemuda lembata;  Kami Putra dan Putri Lembata, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami Putra dan Putri Lembata, mengaku bertanah air satu, tanah air Lembata
Kami Putra dan Putri Lembata, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia
Kami Putra dan Putri Lembata, bersatu memilih pemimpin yang cerdas, kreatif, energik, inovatif, perduli, bertanggungjawab dan rasa memiliki lembata.
Selamat Hari Pemuda !

Kamis, 28 Oktober 2010

Festival Baleo, hidupi Tradisi Lamalera

Super Lembata
“ Festival Baleo adalah untuk menghidupi tradisi lamalera yang kian hari kian pudar,” Demikian pernyataan Kadis pariwisata dan budaya kabupaten lembata, Wenseslaus Pukan, Rabu (27/2010). Pukan menjelaskan bahwa kegiatan festival ini, merupakan upaya yang dilakukan Pemda lembata untuk membangkitkan kembali tradisi budaya lamalera dan lembata pada umumnya, melalui pentas seni dan budaya.
Menurut Pukan, pentas seni budaya yang dibuat Pemda lembata, mengandung 3 kegiatan utama yakni lomba teater, parade busana, dan festival baleo. Untuk festival baleo, dikemas menjadi 4 jenis kegiatan yaitu atraksi penangkapan ikan, atraksi pembuatan peledang, atraksi pembuatan tali leo, dan atraksi tenun ikat. Selain itu, acara festival juga akan dimeriahkan dengan pentas seni dari 8 kecamatan yang ada di lembata.
Pukan juga menjelaskan bahwa ada banyak kekurangan yang pasti ditemukan dalam kegiatan festival ini, dan itu adalah kekurangan yang pasti akan dibenahi dalam pelaksanaan festival mendatang. Selain itu sasaran kegiatan festival ini adalah supaya generasi muda bisa menghidupkan tradisi penangkapan ikan paus, mengingat adanya perubahan kehidupan kedepan. Sasaran yang kedua adalah untuk memberdayakan masyarakat lamalera untuk lebih kreatif dalam membuat kerajinan tangan.
Pukan juga mengharapkan, semoga kegiatan festival ini dapat berjalan secara baik, lancar dan dapat membangkitkan kecintaan masyarakat akan tradisi dan budaya daerah setempat. “ Semoga festival ini, masyarakat semakin cinta dengan tradisi dan budaya daerahnya, “ Jelas Pukan

Lamadale Berdarah, 2 Orang Nyaris Tewas di Tangan Maxi

Desa Lamadale di pedalaman Lebatukan selasa malam (26/10), digemparkan dengan kasus penganiayaan berat yang dialami dua warganya. Sesilia Peta dan ayahnya Benediktus Nimo ditebas Maxi Beda. Yang juga adalah suami tersayang dari Sesilia Peta. Kedua korban terpaksa dilarikan ke RSUD Lewoleba akibat mengalami luka parah.
Seperti disaksikan Super Rabu (27/10) diruang Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah sakit Umum Daerah Lewoleba, Sesilia terbaring lemah dengan telapak tangan kanan dan lengan kirinya terbalut perban putih. “lengan kiri itu lukanya parah sekali, begitu juga telapak kanannya, empat jari kecuali ibu jari putus di sambar parang suami”. Kata seorang petugas Polres Lembata pada super saat menghantar super masuk ke ruang IRD. Hal yang sama-pun dialami Benediktus Nimo, ayah kandung Sesilia. Ben Nimo turut menjadi korban dalam peristiiwa naas Lamadale, tampak perban putih terbalut pada lehernya.

Ben saat dimintai keterangan mengatakan, dirinya sama sekali tak mengetahui kalau anak kandungnya Sesilia Peta dianiaya suaminya sendiri, pasalnya rumah tinggal mereka terpisah dan jaraknyapun berjauhan. Ia mengaku baru mengetahui saat dirinya didatangi Ketua BPD Aloysius. “saya sedang berada di rumah, ketua BPD datang panggil bahwa anak saya dbunuh dan cucu saya dibawa kabur bapaknya ke rumah ketua BPD” cerita Ben. Ketika berada dirumah ketua BPD dirinya langsung mendatangi pelaku dan merebut cucunya. Tarik menarik sempat terjadi antara ayah dan anak mantu ini. Ben bahkan tak menyadari sama sekali kalau dirinya terluka akibat tusukan pisau pelaku. Ia baru sadar setelah diperingati ketua BPD. Sesuai pengakuan Ben Nimo, pasangan suami istri ini sering cek-cok, bahkan sesilia anaknya itu selalu dianiaya suami. “mereka dua sering ribut, dan maxi sering pukul saya punya anak” akunya.
Untuk diketahui bahwa, kedua korban tidak dapat ditangani oleh pihak RSUD Lewoleba, pasalnya selain luka sangat parah seperti dialami korban sesilia, pisau pun masih tertancap pada leher korban Ben Nimo, pengakuan pihak RSUD Lewoleba, pisau yang tertancap tidak dapat dicabut karena tertanam pada tulang. untuk itu perlu dilakukan penanganan khusus oleh dokter ahli bedah. “Oleh karenanya korban soreh nanti akan dirujuk ke RS. Wz. Yohanes Kupang” jelas seorang dokter.
Usai mendegar pengakuan Ben, super langsung mendatangi pelaku Maximus Beda yang saat itupun ikut dirawat akibat di keroyok warga. Kepada super maxi mengakaui kalau dirinya sering menganiaya istrinya. Namun maxi menolak jika dituduh melakukan niat jahatnya itu karena dendam. “ saat itu kami tidak ada masalah” elak Maxi.
Menurutnya, ia saat itu dalam pengusaan roh jahat. “roh jahat yang suruh saya bunuh istri dan anak” lanjutnya. Namun setelah menganiaya istri ia tak tega membunuh anaknya yang baru berusia lima bulan itu. Usai menebas istri maxi lalu menggendong bayinya dan pergi menuju rumah ketua BPD dengan maksud meminta perlindungan. Ketika berada dirumah BPD itulah peristiwa penganiayaan kedua terjadi. Maxi mengaku kalap saat bapa mantunya datang merebut bayi dalam gendongannya. Dan pisau yang sengaja ia bawah dari rumahnya langsung ia tancapkan ke tubuh korban

Rusmadji, Ditanganmu Masa Depan Generasi Kedang


Super Lembata
Salah satu kendala terbesar dalam mendorong percepatan pembangunan di lembata adalah tingkat pengangguran yang tinggi serta lemahnya Sumber Daya Manusia. Dunia pendidikan formal yang dianggap sebagai cara jitu mengatasi masalah Sumber Daya Manusia, terkadang diarasakan sebagai beban bagi masyarakat, hal ini di karenakan faktor biaya pendidikan yang mahal dan tidak dapat di jangkau oleh kalangan masyarakat kelas bawah. Oleh karenanya undang-undang Nomor 20 tahun 2010 tentang Sistem Pendidikan Nasional membuka ruang yang amat lebar untuk dibukanya lembaga pendidikan luar sekolah.
Lembaga pendidikan luar sekolah atau lebih dikenal dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), ternyata telah merambah masuk hampir ke semua kecamatan di Lembata. seperti PKBM Uyelewun Kecamatan Buyasuri-Lembata yang hingga saat ini telah membina 190 warga belajar.
Pengakuan ini disampaikan pendiri sekaligus ketua PKBM Uyelewun Rumadji Gaus (52), saat bertandang bertandang ke Redaksi Super Senin (25/10). Rusmadji mengaku, warga belajar binaan PKBM Uyelewun terbagi dalam beberapa klasifikasi, setiap klasifikasi warga belajar digabung kedalam beberapa kelompok satu kelompok berjumlah 10-20 orang warga belajar. Klasifikasi PKBM Uyelewun adalah : Keaksaraan Fungsional (KF) Mandiri, Paket A sampai paket C.
Rusmadji boleh dibilang sukses dalam memajukan dunia pendidikan di wilayah kecamatan Buyasuri, dari tangan dinginya terlahir beberapa lembaga pendidikan, bukan saja lembaga pendidikan non formal, tetapi juga lembaga pendidikan formal, Tidak saja bagi kaum remaja, lembaga pendidikan bagi anak usia pra sekolahpun didirikan rusmadji. “Semuanya ini saya lakukan dengan niat tulus, yakni ingin menjadikan generasi kedang sebagai generasi yang berdaya guna, yang siap bersaing dalam dunia modern”. Polos Rusmadji.
“Sampai dengan saat ini, saya sudah mendirikan 3 Paud dan akan menyusul 7 Paud lainnya yang meyebar dalam kecamatan Buyasuri” tutur mantan kepala desa umaleu ini. Paud Kasih Bunda di Desa Umaleu, Paud Upang Lama Hering di Desa Atu Wa’ lupang, Paud Luleng Lama Hingan di Desa Tubung Walang. Adalah tiga Paud yang sudah melaksanakan kegiatan belajarnya. Selain Paud Rusmadji pun mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Muhamadiyah yang dalam kegiatan belajar mengajarnya masih menggunakan gedung balai desa yang dibangun saat dirinya menjabat sebagai kepala desa Umaleu. Rusmaji tidak mengkhususkan SMA Muhammadiyah sebagai lembaga pendidikan khusus warga muslim, warga non muslimpun ditampungnya. Hebatnya, murid yang berasal dari kalangan ekonomi lemah, yang tidak mampu membiayai sekolahnya ia gratiskan. “saya tidak pernah minta bayaran sepeserpun dan murid ekonomi lemah”
Sumber Daya Pengajarpun tak kalah dengan lembaga pendidikan di kota, semua staf pengajar berlatar belakang sarjana, baik S1 dan D2. Saya tampung sarjana-sarjana yang tidak belum diterima kerja katanya. walau demikian Rusmadji mengaku honor guru-gurunya masih standar “Walau honor per bulan masih dibawah standar, semua staf pengajar bekerja dengan penuh dedikasi tinggi”. Tegas rusmaji
Walau terbilang sukses dalam mendirikan Lembaga pendidikan, dalam pelaksanaannya bukan tak pernah menemui hambatan. Rusmadji mangaku dalam pelaksanaan banyak sekali menemui hambatan, dan hambatan yang paling terasa adalah kegiatan PKBM yang belum terpusat, ia mengaku sementara ini PKBM Uyelewun melaksanakan pertemuan belajarnya masih menggunakan ruang belajar MIS Leuwutun Desa Umaleu, Kecamatan Buyasuri. “saya berharap pemerintah membangun gedung sebagai sarana belajar kami” kata pria murah senyum ini.
Kendala lain yang disampaikan Rusmadji adalah, sulitnya pasar sebagai tempat memasarkan hasil kerajinan warga belajar Keaksaraan Fungsional. Banyak yang sudah dihasilkan warga belajar KF Mandiri, diantaranya kerajinan pertukangan, juga ternak hewan. “Namun mereka mau pasarkan kemana?” tidak mungkin orang masyarakat kedang beli semua. Lanjut pria low profile ini. baginya dunia yang ia geluti sekarang adalah amanah dari Sang Pencipta, untuk itu ia berjanji akan menjaganya, dan yang terpenting adalah tak mau berpaling ke pengaruh dunia lain. “iya ka, sekali di pendidikan tetap di pendidikan” ungkap Rusmaji.

Sabtu, 23 Oktober 2010

SEKILAS TENTANG STUDI BANDING KE PT PERTAMINA GEOTHERMAL KAMOJANG (Sebuah Tinjauan Teknis)

Oleh : Piter Pulang
I. Pengantar
Potensi energi Sumber daya alam panas bumi (geothermal) menjadi salah satu sumber energi alterntif yang sudah dikembangkan di banyak negara di dunia. Hal ini dilatarbelakangi semakin menurunnya cadangan minyak bumi yang tersedia di perut bumi. Tidak tidak terkecuali Indonesia yang selama beberapa dasawarsa ini memperimadonakan minyak bumi sebagai sumber energi andalan. Di tengah krisis minyak bumi yang dihadapi secara global, penelitian vulkanologi menunjukan bahwa bahwa Indonesia merupakan daerah yang berpotensi akan sumber daya alam, termasuk sumber daya panas bumi. Potensi energi panas bumi di Indonesia diperkirakan mencapai 27 Gwe.
Potensi panas bumi yang di Indonesia sangat erat kaitannya dengan posisi Indonesia dalam kerangka tektonik dunia.Ditinjau dari munculnya panas bumi di permukaan per satuan luas, Indonesia menempati urutan keempat dunia, bahkan dari segi temperatur yang tinggi, merupakan kedua terbesar di dunia. Sebagian besar energi panas yang telah dimanfaatkan di seluruh dunia merupakan energi yang diekstrak dari sistim hydrothermal. Sistim hydrothermal erat kaitannya dengan dengan sistim vulkanisme dan pembentukan gunung api pada zona batas lempeng yang aktif dimana terdapat aliran panas (heat flow) yang tinggi.Indonesia terletak di pertemuan tiga lempeng aktif yang memungkinkan panas bumi dari kedalaman ditransfer ke permukaan melalui sistem rekahan. Posisi strategis ini menempatkan Indonesia sebagai negara paling kaya dengan energi panas bumi sistim hydrothermal yang tersebar di sepanjang busur vulkanik. Sehingga sebagian besar sumber panas bumi di Indonesia tergolong mempunyai entalpi tinggi.
Panas bumi merupakan sumber daya energi baru terbarukan yang ramah lingkungan (clean energi) dibandingkan dengan sumber energi fosil. Dalam proses eksplorasi dan eksploitainya tidak membutuhkan lahan permukaan yang terlalu besar. Energi panas bumi bersifat tidak dapat diekspor, maka sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan energi di dalam negeri teristimewa pada sekitar Wilayah Kerja Pertambangan (WKP). Sampai tahun ini, diperkirakan sebanyak 300 area panas panas bumi telah diidentifikasikan melalui inventerisasi dan eksplorasi. Sebagian besar dari jumlah area tersebut terletak di lingkungan vulkanik, sisanya di lingkungan batuan sedimen dan metamorf. Berdasarkan distribusi, klasifikasi dan potensi energy maka Lembata berasosiasi dengan sistim vulkanik aktif. Kondisi idel geologi diharapkan memenuhi persyaratan daerah panas bumi (geothermal reservoir) yang dapat menghasilkan uap panas adalah adanya sumber panas (heat source), adanya batuan reservoir dengan porositas dan permeabilitas cukup tinggi berisi fluida panas (ada pengisian kembali air dingin melalui rekahan atau sesar), serta adanya batuan penutup (cap rock) yang dapat menahan pelepasan panas.
UU No. 20 tahun 2002 Tentang ketenagalistrikan memberikan kesempatan pengembangan pembangkit tenaga listrik dari sumber energi baru terbarukan setempat di wilayah kompetisi dan non kompetisi. Mengacu pada UU no 27/2003 dan UU No. 20/2002 tersebut telah dibuat suatu peta perjalanan (road map) panas bumi sebagai pedoman dan pola tetap pengembangan dan pemanfaatan energi panas bumi di Indonesia termasuk Kabupaten Lembata. Industri panas bumi yang diinginkan yang tertuang dalam peta tersebut antara lain pemanfaatan untuk tenaga listrik dan berkembang pemanfaatan langsung (agrobisnis, pariwisata, dll) dan keperluan listrik lokal bahkan listrik regional.
Berdasarkan refleksi penulis, Studi Banding ke PT Pertamina Geothermal Komajang memberikan kesadaran baru akan pentingnya pengelolaan panas bumi sebagai energy alternatif yang ramah lingkungan. Pemanfaatan panas bumi relatif ramah lingkungan, terutama karena tidak memberikan gas rumah kaca, sehingga perlu didorong dan dipacu perwujudannya, pemanfaatan panas bumi akan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sehingga dapat menghemat cadangan minyak bumi. Di samping itu injeksi air hasil kondensasi steam panas bumi tidak mengurangi kapasitas atau ketersediaan air di perut bumi. Dalam perspektif geokimia, beberapa senyawa kimia hidrokarbon yang terdapat dalam fluida akan mendapat ‘perlakuan’ di cyclone separator dan misteliminator sehingga tidak memberikan pengaruh negative terhadap lingkungan. Bahkan air injeksi bisa dipergunakan untuk menyirami lahan pertanian. Pengelolaan panas bumi merupakan salah satu bentuk penggunaan sumber energy altenatif yang ramah lingkungan dengan menggunakan proses pengelolaan hydrothermal.
Bersambung………………….

Kamis, 21 Oktober 2010

Fredy Wahon : Jalan ke Lamalera Tidak Diusulkan Pemerintah

“Sejak satu tahun saya di DPRD, jalan ke Lamalera tidak pernah diusulkan oleh pemerintah” kata Anggoota DPRD Lembata Frederikus Wilhelmus Wahon dari Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN), saat ditemuai Super di kediamannya di bilangan wangatoa kelurahan Selandoro, Kamis (21/10). Hal ini disampaikannya dalam rangka menyikapi keluhan masyarakat Lamalera.
Fredy-pun menjelaskan, untuk tahun anggaran 2010 ini telah dianggarkan perbaikan jalan pada segmen kritis dalam ABDP Perubahan. Walau hanya dalam bentuk penimbunan urpil pada bagian-bagian yang dianggap paling kritis. “ya memang hanya dalam bentuk penimbunan karena uang kita tidak cukup untuk aspal” katanya.
Baginya Lamalera adalah Ikon pariwisat dunia, orang mengenal lembata karena lamalera. dan untuk itu sewajarnya jika jalan menuju lamalera di perbaiki. Namun melihat kondisi jalan yang parah ini, ferdy berpendapat, hal ini dikarenakan kurangnya keseriusan pemerintah untuk memperhatikan dan mengembangkan dunia pariwisata di lembata terutama mendukung lamalera sebagai desa tujuan wisata dunia.
Proses perencaan di kabupaten lembata, dirancang oleh pemerintah untuk mengutungkan pengusaha (kontraktor-Red), dimana badan jalan yang mendatangkan keuntungan besar bagi kontraktor disitu direncanakan lebih dahulu, “jadi berposes paada pengusaha, bukan berposes pada kebutuhan” tutur fredy kesal. Ditambahkannya pula bahwa, untuk masuk dalam APBD Perubahan tahun 2010, itu kerja DPRD bukan kerja pemerintah, “DPRD yang paksa perintah untuk dimasukan dalam anggaran APBD Perubahan”.
Wah, apa karena kampungnya Piter Keraf? “oh, tidak. Sejauh ini saya tidak melihat karena ada dendam politik tetapi ini karena buruknya Kinerja pemeritah”. Ujar Fredy Tegas.

Rabu, 20 Oktober 2010

Polce Ruing : Jangan Buat Politik Seperti Monster

Gong Pilkada belum ditabuh, namun iklim politik Lembata terasa semakin memanas. Beragam issu politik yang dimainkan oleh para politisi yang menyatakan diri siap bertarung merebut kursi kekuasaan, kini menggelinding ke seantero pelosok persada Lembata, tak peduli desa atau kota, siang ataupun malam, hujan atau panas, tim politik bekerja tak kenal waktu. Berbagai trik dan intrik digunakan tuk sekedar mencari simpati rakyat, terkadang membawa politisi masuk kedalam ruang konflik yang sesunguhnya mungkin tak perlu terjadi, tapi itulah kenyataanya.
Menyikapi keadaan ini, Politisi muda kelahiran Lamatuka Paulus Doni Riung, SE, saat di konfirmasi Super Selasa (19/10) mengatakan, nilai budaya lokal yang mengajarkan kesantunan haruslah tetap terpatri dalam benak para politisi Lembata, siapapun orangnya. Perang strategi untuk merebut simpati rakyat, baginya adalah wajar dalam dunia politik, namun haruslah itu diakhiri dengan kedamaian. “siapapun pemenang dari permainan politik ini, haruslah didukung oleh petarung lainnya” konflik politik yang berkepanjangan akan membawa Lembata ke dalam lembah kehancuran “sebab politik haruslah dibatasi oleh ruang dan waktu”. Kata pria yang disapa Polce Ruing ini.
Polce yang ditemui di kediamannya di bilangan Waikomo Kelurahan Lewoleba Barat itu, mengaku kehadiran dirinya di Lembata tuk sekedar mendengar aspirasi masyarakat terhadaap pemimpinnya di masa datang. Saat ditanya soal kesiapan dirinya untuk mencalon diri dalam Pemilu-kada mendatang, Pria yang hampir separuh masa mudanya dihabiskan di Jakarta ini mengatakan, “jika di percaya oleh rakyat, saya siap memimpin Lembata” .
Melihat potensi sumberdaya lokal kabupaten lembata yang sangat potensial untuk dikembangkan, Polce optimis jika lembata kedepan akan mampu mandiri secara finansial, pertumbuhan ekonomi rakyatpun akan menjadi lebih baik, jika pemerintah atau pemimpin kedepan mampu memenej semua sumber daya yang ada di lembata untuk dikelola bagi kepentingan kesejahteraan rakyat banyak. Menurut Polce, Sumber Daya Alam (SDA) non tambang di lembata dapat diandalkan menjadi tumpuan ekonomi lembata kedepan. Tambang bukan menjadi prioritas baginya
Putra Lembata yang ikut dalam Tim perjuangan lembata otonomi di Jakrta ini, mengaku siap membangun lembata jika kelak dipercaya untuk menempati kursi nomor satu lembata, dan baginya pembangunan dilembata dapat dilaksanakan secara berkelanjutan tanpa menunggu DPRD membahas dan menetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dana pembangunan dapat ditalangi dengan uang yang tersimpan pada rekening pribadinya dalam bentuk pinjaman dan akan dikembalikan ketika APBD telah ditetapkan.
Politik bagi Polce hanyalah sebuah instrumen yang dipakai untuk meraih tujuan bersama, Untuk itu ia mengajak semua elemen masyarakat lembata, terutama para bakal calon agar senantiasa mengedepankan nilai-nilai kearifan lokal dalam memulai sesuatu kegiatan termasuk pertarungan Pilkada nanti dan ”janganlah kita membuat Politik itu bagaikan Monster yang siap menerkam siapa saja, tapi hendaklah kita sebagai calon pemimpin bisa menciptakan iklim politik yang demokratis”. Walau demikian, sebelum mengakhiri perbincangannya bersama Super Polce mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dalam menentukan pilihan terhadap calon pemimpin kedepan. “saya hanya berpesan agar masyarakat lembata selalu berhati-hati dalam memilih pemimpin di Pilkada mendatang”