Halaman

Sabtu, 22 September 2012

Heboh, Sekolah Tarik LKS Bergambar Artis Porno Miyabi


SMP Islam Brawijaya mengaku tak menyadari. "Fotonya biasa saja."
Jum'at, 21 September 2012, 09:29Elin Yunita Kristanti

VIVAnews - Foto bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa alias Miyabi diperkenalkan pada siswa kelas 3 SMP di Mojokerto melalui Lembar Kerja Siswa (LKS) Bahasa Inggris.

Di halaman 36, Bab 2 bagian task 6 tentang Could You Report It?, foto artis film dewasa itu dipasang berdekatan dengan foto aktor Indonesia dan gambar fauna.

Pemuatan foto Miyabi itu sontak menghebohkan Mojokerto, meski di sana ia berpenampilan rapi dan sopan, memakai blazer warna putih. Dikhawatirkan, foto itu bisa memancing keingintahuan siswa tentang sosok Ozawa.

LKS itu awalnya ditemukan di SMP Islam Brawijaya Kota Mojokerto. Kepada VIVAnews, salah satu petugas Tata Usaha sekolah tersebut mengaku, lembar siswa itu telah ditarik. "Sudah ditarik semua, sudah nggak terpakai mulai hari ini," kata Sri saat dihubungi Jumat 21 September 2012. 

Sri menambahkan pihak sekolah tidak menyadari keberadaan foto bintang film dewasa itu dalam LKS, apalagi bukan sekolah yang menerbitkannya. "Fotonya biasa saja, bajunya juga biasa," kata dia.

Pihak sekolah baru mengetahuinya setelah ada pihak yang melaporkannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. "Masalah di sekolah ini sudah selesai, sudah ditarik," tambah dia.

Selain di SMP Islam Brawijaya, diperkirakan LKS The Bell terbitan CV Sinar Mulia itu juga beredar di sekolah lain.

Bukan kali ini saja LKS membuat geger. Sebelumnya di Sukabumi, pertanyaan soal ideologi bangsa Indonesia yang seharusnya Pancasila diganti menjadi komunis dalam kunci jawaban. Usut punya usut, LKS itu sendiri diduga ilegal.

Tak hanya itu, intrik istri simpanan juga menyusup ke buku pelajaran siswa di DKI Jakarta. Melalui kisah 'Bang Maman dari Kali Pasir'.

Intan Budi Utoyo, orangtua dari Adivia Hana sontak kaget saat anaknya bertanya, "Mamah, istri simpanan itu apa?" katanya kepada VIVAnews, Kamis 11 April 2012. (umi)

Warga Bungamuda Minum Air Asin


LEWOLEBA, FBC- Impian warga Bungamuda, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata  untuk menikmati air bersih dari hasil penyulingan air laut kini pupus sudah. Warga terpaksa kembali mengkonsumsi air asin yang bersumber dari sumur desa tetangga.
Kepala Desa Bunga Muda, Kecamatan Ile Ape, Anus Gawi saat ditemui di kediamannya di Desa Bungamuda,  Kamis (20/9/2012) mengaku, alat penyulingan air laut menjadi air tawar itu sempat beroperasi selama tiga bulan pasca peresmian, namun sejak dua tahun silam, warga tak lagi menikmati air dari hasil penyulingan air laut.

Alasan penghentian pengoperasian alat penyulingan air laut ini menurut Anus, awalnya dikarenakan kekurangan bahan bakar. Setelah masa pemerintahan Lembata Baru, Eliyaser Yentji Sunur , air hasil penyulingan air laut Bungamuda baru dinyatakan tidak layak  konsumsi. Bagi Bupati Yance, alat penyulingan air laut ini akan dialih fungsikan sebagai pabrik garam.

“Bupati bilang,  alat  penyulingan air laut menjadi air tawar itu akan dijadikan pabrik garam. Karena air dari hasil penyulingan itu tidak layak untuk kami konsumsi” ungkap Anus.

Terkait dengan itu, ia mengaku sempat mendatangi DPRD Lembata untuk mengklarifikasi. Karena menurut Anus, pernyataan Bupati Lembata ini sungguh membingungkan warga, namun hingga kini warga belum mendapat kepastian yang jelas.

“Saya sudah berusaha untuk menemui DPRD dan mempertanyakan hal ini, karena di zaman pemeritahan Bupati Andreas Duli Manuk dinyatakan layak konsumsi, tetapi sekarang bilang tidak layak. Ini yang benar yang mana?”, tanya Anus.

Lebih lanjut, Anus pun mepertanyakan pembangunan sarana penyulingan air laut di Desa Lamatokan, Kecamatan Ile Ape Timur. Ia mengaku heran, karena pabrik penyulingan air laut menjadi air tawar di Desa Lamatokan, layak konsumsi. “Masyarakat desa ini sedang menikmati air hasil penyulingan air laut ini. Sementara di desa Bungamuda yang menyedot dana puluhan Miliar dengan teknologo modern, dianggap tidak layak konsumsi. Pemerintah mesti lebih jelas dan dapat menunjukkan kepada masyarakat, apa yang membuat air hasil penyulingan pabrik air laut Bungamuda tidak layak konsumsi,” lanjutnya.

Terkait rencana pengalihfungsian alat penyulingan air menjadi pabrik garam, Anus berharap agar segera direaliasasikan, karena di khawatirkan akan menjadi mubasir yang tentunya akan merugikan daerah.  Selain itu kata Anus, walau alat penyulingan tidak lagi beroperasi, pemda setiap bulannya harus mengeluarkan dana mendekati tiga juta rupiah untuk membiayai tiga orang tenaga honor yang ditugaskan di tempat ini.

Hal lain yang diungkap Anus dalam kesempatan itu adalah, masalah ganti rugi tanah yang diambil pemerintah untuk pembangunan bak resevoar. Bagi Anus, kalau pemerintah berencana mengalihfungsikan alat penyulingan, maka masalah tunggakan harga tanah masyarakat, harus segera diselesaikan.

“Tanah milik bapak Kamilus Kiti, yang diambil untuk pembangunan bak resevoar, sampai saat ini belum diganti rugi, sehingga kalau mau mengalihfungsikan pabrik penyulingan air laut ini menjadi pabrik garam maka tuntaskan dulu harga tanah masyarakat kecil”, ungkapnya.

Terkait dengan masalah diatas, FBC mencoba mengkofirmasi Bupati Lembata, Eliyaser Yentji Sunur melalui sort mesage service (SMS) sebanyak dua kali. Namun hingga berita ini diturunkan Bupati tak jua memberikan tanggapan. (Lukas Narek/Yogi Making)

Maria Mediatrix Mali : ”Malaria adalah penyakit yang sangat merusak jaringan dalam tubuh”



Ibu Maria Mediatrix Mali sedang melakukan sosialisasi tentang malaria di hadapan anak-anak
LEWOLEBA, FBC- Di hadapan 488 siswa Sekolah Dasar Negeri Wanggatoa dan puluhan siswa Sekolah Menengah Pertama Santu Gregorius Lewoleba, kelurahan Selandoro, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata,  Selasa, (18/9), Ibu Maria Mediatrix Mali,  pegiat penyakit malaria dari Yaspem Maumere, mengatakan, malaria adalah penyakit yang sangat merusak jaringan dalam tubuh.  Untuk itu, semua orang termasuk anak-anak harus berusaha memberantasnya dari hidup kita.

“Penyakit malaria adalah parasit dalam tubuh yang merusak seluruh jaringan dalam tubuh, termasuk merusak jaringan ke otak secara permanent ”, ungkap ibu Tris, sapaan Ibu Maria Mediatrix Mali.

Menurut ibu Tris, data FIlariasis terbesar di Kabupaten Lembata adalah desa Baobolak 20 %. Masyarakat Lembata mesti lebih waspada karena nyamuka yang sama akan dengan cepat menularkan penyakit yang sama pula ke orang lain. Hal ini, mesti harus lebih cepat disikapi oleh para pihak untuk mencegah kerawanan ini. Pola hidup bersih menjadi menjadi jaminannya.

Lebih jauh ibu Tris mengingatkan masyarakat luas dan anak-anak agar jangan lengah terhadap jentik-jentik nyamuk pada wada, kolam, lumpur dan rawa-rawa yang bakal menjadi nyamuk penyebab penyakit malaria, penyakit kaki gajah dan penyakit lainnya. Dalam pemaparan kepada anak-anak, ibu Tris menunjukan gambar-gambar yang memudahkan pemahaman anak didik terhadap bahaya  nyamuk, termasuk nyamuk Anoperes yang merupakan penyebab penyakit kaki gaja

Kunjungan ke SDN Wangatoa ini dalam rangka melakukan sosialisasi penyakit malaria dan cara pencegahannya,  merupakan satu rangkaian kegiatan bakti sosial (baksos) yang diselenggarakan di Lembata 17-18 September 2012 oleh  tim Gambara Foto dalam kerjasama teknis dengan Yayasan Sosial Pembangunan Masyarakat (Yaspem) Maumere.

Kepala SDN Wangatoa, ibu Idel Pegan saat ditemui seusai kegiatan sosialisasi, mengaku sangat berterima kasih atas kedatangan tim Gambara Foto ke sekolahnya. Menurutnya, kegiatan sosialisai penyakit malaria dan cara pencegahan ini perlu dilakukan secara berkelanjutan, khususnya kepada anak-anak sekolah dasar, agar ketika berada di rumah mereka mampu menerapkan prinsip hidup sehat.

“Kita disini (Lewoleba-red), adalah daerah malaria. Jadi masyarakat khususnya anak-anak usia sekolah dasar harus tahu tentang berbagai macam penyakit malaria, cara peyebaran dan bagaimana mencegahnya, agar di rumah, mereka mampu menerapkan prinsip hidup sehat ”, kata ibu Idel.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, dan saya mengatasnamai keluarga besar SDN Wangatoa mengucapkan terimakasih berlimpah atas kunjungan tim Gambara ke sekolah kami, semoga kegiatan yang sangat berati ini, tidak berhenti disini, tetapi terus digalakan, agar satu ketika Lembata bisa dinyatakan bersih dari serangan nyamuk malaria”, harapnya.  (Lukas Narek/Yogi Making)

Bakti Sosial Bukan Tujuan Utama



LEWOLEBA,FBC- Bakti Sosial Kesehatan  kerjasama Gambara dan Yayasan Pembangunan Masyarakat (Yaspem) yang  berlangsung  di Kelurahan Selandoro dan Kelurahan Lewoleba Barat, kota Lewoleba,  Kabupaten Lembata, bukanlah sebuah tujuan utama, melainkan bermaksud menggerakan semua jaringan untuk mangambil peran dalam penanganan masalah.

Alex sedang melakukan koordinasi persiapan bakti sosial Kesehatan di Lewoleba
Hal ini dikemukakan  koordinator Bakti Sosial Kesehatan,  Alexsius Armanjaya,  saat ditemui disela-sela kegiatan pengobatan gratis, di Lewoleba, Selasa, (18/9/2012). “Kami sangat antusias dengan kegiatan ini, karena tujuan utama dari kegiatan ini adalah menggerakan semua jaringan untuk menggambil langkah sekecil apapun untuk menanggani masalah yang dihadapai pada sebuah wilayah,” ungkapnya.

Bagi Alex, Lembata adalah daerah baru. Oleh karenanya dengan pelayanan medis ini, Gambara dan Yaspem akan mendapat gambaran mengenai masalah-masalah yang dihadapi oleh warga, dan memancing Gambara Foto, Yaspem dan pihak lainnya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan melalui program-program lainnya.

Gambara Foto misalnya, dalam waktu dekat ini akan melaksanakan kegiatan lomba foto. Kegiatan pemotretan di Lembata, mengambil tempat di desa Jontona, Kecamatan Ileape Timur dan desa Lewayang, Kecamatan Omesuri,  Kabupaten Lembata,  20-24 Oktober 2012 mendatang menjadi event yang baik bagi kabupaten kita untuk diangkat dan dikampanyekan keluar.

”Dari kegiatan ini, kita akan mendapat gambaran tentang realita sosial masyarakat Flores dan Lembata seperti apa, dan menjadikan wilayah Flores dan Lembata sebagai fokus utama dalam berkontribusi. Rencananya, Yaspem pun akan segera menggelar pelatihan pengelolaan limbah plastik kepada masyarakat Lembata,” kata Alex menerangkan.

Alex mengajak semua pihak terutama semua stakeholder baik yang di wilayah Flores maupun Lembata untuk berpikir lintas regional. sehingga masalah yang dihadapi pada sebuah wilayah menjadi masalah bersama.

“Lembata pun sebenarnya membutuhkan kegiatan-kegiatan seperti yang dilakukan di wilayah Flores. Jadi dengan kegiatan ini, kami mengajak untuk kita berpikir regional terutama untuk mengatasi masalah yang terjadi di wilayah Floresdan Lembata,” harapnya. (Lukas Narek/Yogi Making)

Ini Gebrakan 100 Hari Jokowi-Ahok

 Gebrakan pertama, mindset birokrasi harus diubah jadi pelayan rakyat. 

VIVAnews - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengatakan, dirinya bersama pasangannya Joko Widodo akan langsung melakukan pembenahan dan perubahan Jakarta. Salah satunya, melakukan perubahan pada birokrasi.

Perubahan birokrasi yang pertama dilakukan adalah yang paling ujung, yakni pada kelurahan. "Birokrasi yang paling ujung itu di kelurahan. Pejabat-pejabat di sana itu harus diubah mindset-nya menjadi pelayan-pelayan masyarakat," kata pria yang akrab disapa Ahok itu usai diskusi polemik "Belajar dari Pemilukada Jakarta" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 22 September 2012.

Selain pada birokrasi, Jokowi-Ahok juga akan langsung menata kemacetan. Salah satu caranya dengan mempersiapkan penambahan 100 bus TransJakarta. Hal itu bertujuan untuk pengangkutan penumpang setiap 3-8 menit bisa tercapai.

"Ini lagi dikaji. Kami juga akan kerja sama dengan swasta. Soal banjir juga lagi kami kaji," ujarnya.

Ahok juga mengatakan, program-program terdahulu seperti pada era Sutiyoso pun akan tetap dilanjutkan pihaknya. Bahkan disempurnakan. "Program-program Bang Yos (panggilan Sutiyoso) akan kami teruskan. Akan disempurnakan," ujarnya.

Langkah-langkah itu, menurut Ahok, agar masyarakat dapat merasakan dampaknya dari kerja Pemerintah Provinsi DKI dalam waktu dekat, jika Jokowi-Ahok duduk di kursi gubernur dan wakil gubernur.
"Kami ingin dalam 100 hari, masyarakat DKI itu dapat merasakan Pemprov DKI adalah pemprov yang melayani. Itu pesan Pak Jokowi," kata Ahok yang mengenakan kemeja kotak-kotak. "Termasuk soal kesehatan dan pendidikan. Itu harus ada jaminan," ujarnya.

Jika ada pejabat-pejabat, lanjutnya, yang tidak bisa melakukan itu semua, mereka akan digeser. "Seperti yang dilakukan Pak Jokowi di Solo. Itu rencana kami dalam waktu pendek yang akan dilakukan," kata dia. (art)

Alasan Jokowi Tidur Sekamar dengan Para Ajudan


VIVAnews - Calon Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau lebih akrab dipanggil Jokowi ternyata mempunyai kebiasaan tidur sekamar dengan para ajudannya. Hal itu dilakukan setiap kali dia bertugas ke luar kota sebagai walikota Solo.

Menurut Jokowi, tidur sekamar dengan ajudan itu semata-mata untuk berhemat saja. Selain itu kordinasi juga lebih gampang. "Jadi, kalau ada telepon atau keperluan lain tidak perlu minta tolong ajudan di kamar tidur lain," katanya kepadaVIVAnews ketika di jumpai di Solo, Jawa Tengah, pagi ini.

Dia mengaku, tidak pernah mengalami masalah saat tidur berdampingan atau satu kamar dengan ajudannya. "Kalau di dalam kamar hotel itu cuma satu tempat tidur, ya tidurnya berdampaingan. Saya tidak masalah, karena tetap bisa nyenyak kok," ujar Jokowi.

Herwin, ajudan pertama Jokowi menungkapkan pengalamannya ketika tugas ke Jakarta dan tidur sekamar dengan calon Gubernur DKI tersebut.

"Pas ingin menginap di hotel, Pak Jokowi meminta untuk pesan satu kamar saja. Saya berpikir, pasti disuruh tidur di sofa. Ternyata, ketika waktunya tidur, saya kaget diajak tidur satu bad," tuturnya kepada VIVAnews.

Hango, ajudannya Jokowi yang lain,  juga menggalami hal serupa. Dia juga merasa heran, ada pejabat yang tidak keberatan tidur bersama bawahannya. "Jadi, kalau di dalam kamar itu sudah ngobrol seperti teman saja, tidak seperti bawahan dengan atasan," ujarnya.

Jumat, 21 September 2012

Kata Pengamat Soal Kalahnya Foke versi Quick Count


TEMPO.CO , Jakarta:Hasil Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, Kamis 20 September 2012 menunjukkan kemenangan calon kandidat tak mutlak ditentukan oleh elit partai politik. Buktinya, meski pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli didukung hampir seluruh partai politik yang duduk di kursi legislatif, hasil penghitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga survei tidak menunjukkan kemenangan bagi inkumben.

»Ini bukti kurangnya kesolidan partai pendukung kubu Fauzi dan Nachrowi. Suara grassroad lebih unggul dibanding suara elit,” kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana saat dihubungi, Kamis, 20 September 2012.

Hitung cepat versi Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok memimpin dengan 53,75 persen. Pasangan inkumben Fauzi Bowo-dan Nachrowi Ramli didukung 46,25 persen. Hasil yang tak beda jauh juga ditunjukkan dari Lembaga Survei di Indonesia. Suara dari pasangan nomor urut tiga itu memimpin dengan posisi 53, 77 persen. Sementara Indobarometer menghitung, suara calon yang disokong PDI-Perjuangan ini menguasai 54,3 persen.

Dukungan dari koalisi partai politik pada pasangan Fauzi-Nachrowi seperti Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, bahkan Partai Keadilan Sejahtera, menurut Ari tidak membuktikan apa-apa. Bahkan, meski banyak dukungan dari tokoh-tokoh politik, para alim ulama, dan elit politik lainnya, nyatanya tidak berkesesuaian dengan suara masyarakat.

»Kemenangan Jokowi-Ahok sebenarnya merupakan suara masyarakat kritis yang tidak puas dengan pemerintahan sebelumnya,” ujar Ari.

Meski begitu, seandainya Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menang di putaran kedua ini, implikasinya pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2014 tidak signifikan. Sebab, masyarakat kritis ini hanya memilih kandidat, bukan partai.

»Kemenangan Jokowi yang diusung PDIP dan Gerindra tidak akan menimbulkan efek kongruen pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2014 mendatang karena yang dipilih masyarakat adalah kandidatnya,” ujarnya.