Halaman

Rabu, 19 September 2012

Prabowo Prihatin Bumi Pertiwi Dikapling-Kapling Asing


Bengkulu, (Analisa). Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku prihatin, sebagian besar bumi pertiwi telah dikapling-kapling oleh asing, sehingga masyarakat makin terjepit.
Hal itu tidak hanya terjadi di Provinsi Bengkulu, tapi menyeluruh dari Sabang sampai Marauke, kata Prabowo dalam temu kader Partai Gerindra di Bengkulu, Jumat malam.

“Mari kita sebagai masyarakat Indonesia bersama-sama mengambil hak bumi pertiwi ini kembali utuh menjadi aset negara,” tandasnya.

Ia mengatakan, hingga saat ini masyarakat Indonesia yang kaya raya hanya satu persen, sisanya tergolong menengah ke bawah dan kurang mampu, akibat kekayaan sumber daya alam dikeruk dan diangkut keluar negara.

Pada era sekarang yang mampu hanya pejabat berwenang karena mereka memiliki kekuatan untuk menyalahgunakan anggaran negara untuk rakyat, menjadi milik pribadi, ujarnya. Akibatnya dari 33 gubernur se-Indonesia ada 17 orang masuk penjara dan masih banyak yang akan menyusul akibat menyalahgunakan uang rakyat.

Tidak hanya para gubernur, tapi bupati dan wali kota dari sekitar 400 orang, 100 orang di antaranya juga terpidana dan tersangka korupsi, tambahnya.

“Kita sangat prihatin melihat kondisi tersebut dan secepatnya perlu dipulihkan bersama masyarakat yang merasa kehilangan haknya,” ujarnya.

Selanjutnya ia mengatakan, gedung kantor gubernur, bupati dan wali kota di tanah air cukup megah, tapi kehidupan masyarakat masih banyak di bawah garis kemsikinan.
“Saya sudah keliling ke beberapa negara dan melihat kantor gubernur, bupati/wali kota kecil-kecil, tapi masyarakat cukup sejahtra,” ujarnya.

Ke depan ia mengajak masyarakat bersama-sama mempertahankan sumber daya alam di tanah air untuk tidak dimiliki bangsa asing. Sekaligus mempertahankan amanat dalam amademen Undang-undang 1945 pasal 33 bahwa air, bumi dan udara adalah milik negara untuk mensejahtrakan rakyat, tandas Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu. Ketua HKTI Provinsi Bengkulu Edi Haryanto mengatakan, sudah melakukan pembinaan bagi puluhan petambak tradisonal di wilayah itu.

“Kita sudah mebuat kolam ikan bandeng percontohan di kawasan pelabuhan Pulau Baai Bengkulu dengan menyiapkan bibit bandeng 20 ribu ekor,” ujarnya.

Program ke depan HKTI Bengkulu akan membina ribuan petani nelayan di sepanjang pantai barat Bengkulu yang panjangnya sekitar 756 kilometer, tambahnya. (Ant)

Sumber: analisadaily.com

Selasa, 18 September 2012

Gambara dan Yaspem Sikka Gelar Pelayanan Pengobatan Gratis Bagi Warga Kota Lewoleba


Tim Gambara Foto dan Yaspem Sikka akan melakukan kegiatan sosialisasi malaria dan penyediaan pelayanan pengobatan gratis bagi warga lembata. kegiatan dimaksud akan difokuskan pada dua kelurahan yakni kelurahan selandoro dan kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata.

Koordinator Gambara Foto Kabupaten Lembata, Lukas Narek kepada Flores Bangkit senin, (17/9) mengatakan, kegiatan sosialisasi dan pelayanan pengobatan gratis bagi warga lembata akan dilaksanakan pada hari selasa, (18/9) di dua tempat berbeda di dalam kota lewoleba.

Lukas yang ditemui disela-sela kesibukan persiapan kegiatan pelayanan pengobatan gratis di hotel puri mutiara lewoleba mengaku, koordinasi yang dilakukan dengan pemerintah di dua kelurahan memang terkesan tergesa-gesa, hal ini dikarenakan dirinya baru saja mendapat kepastian kegiatan pada dua hari yang lalu, dan dengan waktu yang amat singkat itu ia harus mempersiapkan banyak hal termasuk berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan.

Namun demikian kata Lukas, Walau persiapan awal sedikit mengalami hambatan teknis ia yakin kegiatan pengobatan gratis dan sosialisasi malaria akan terlaksana dan mendapat simpati dari rakyat, khususnya masyarakat di kota lewoleba.

“Kami sedikit kesulitan melakukan koordinasi, karena kami baru saja mendapat kepastian untuk kegiatan ini  baru pada dua hari yang lalu, tetapi sampai dengan hari ini persiapan sudah maksimal dan saya yakin kegiatan akan tetap berlangsung besok, dan mendapat simpati dari masyarakat kota lewoleba”. Jelas lukas.
Ia menambahkan Kegiatan pelayanan pengobatan gratis akan dilakukan di Balai Pertemuan Lingkungan Wangatoa, kelurahan Selandoro untuk warga kelurahan selandoro dan sekitarnya serta  Kantor Lurah Keluarahan Lewoleba Barat bagi warga Lingkungan Waikomo dan sekitarnya.

Ketika ditanya tentang tim dokter. Lukas menjelaskan, tim dokter merupakan tim dokter relawan yang didatangkan dari jakarta, dimana seluruhnya berjulah delapan orang, terdiri dari dua orang dokter gigi dan enam lainnya dokter umum.

Oleh karena kegiatan pelayanan pengobatan gratis dilakukan pada dua tempat yang berbebada maka, tim dokter dan tim medis lainnyapun dibagi dalam dua tim.

Selain itu lukas menghambau agar warga tidak perlu khawatir untuk tidak mendapat pelayanan, sebab selain petugas medis yang memadai, obat-obatan disediakanpun cukup untuk melayani 600 sampai 700 orang.
Pantauan terakhir flores bangkit di hotel puri mutiara, sampai dengan malam hari pukul 18.30 wita, seluruh tim medis yang bertugas untuk melakukan pelayanan pengobatan gratis seluruhnya sudah berada di Lewoleba. (Yogi Making)

Berita ini telah dimuat di floresbangkit.com edisi 18/9/2012

Jumat, 14 September 2012

DPR Minta Kemenakertrans Selidiki WNI Tewas di Malaysia


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan meminta KBRI Malaysia dan Kemenakertrans untuk menyelidiki tewasnya empat WNI di negeri jiran tersebut.

"Pastikan apakah TKI dimaksud terlibat tindakan kriminal atau tidak. Saya mengharapkan Kemenakertrans segera turun tangan," ujar Taufik di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Taufik mengatakan, BNP2TKI juga diminta menyelidiki apakah empat orang yang tewas itu merupakan TKI resmi. Selain itu, Taufik meminta lembaga tersebut mengklarifikasi kejadian itu ke kepolisian Malaysia.

"Kasus ini memerlukan kerjasama gabungan agar permasalahan bisa diselesaikan kenapa sampai ada masalah penembakan itu," ujarnya.

Bila hasil penyelidikan menunjukkan adanya aksi kriminal, Taufik mengatakan perlu adanya tindak lanjut dari pemerintah untuk membekali calon TKI yang akan keluar negeri.

"Jangan sampai mereka yang sudah dikirim melakukan itu. Jangankan di negara luar, di sini pun kalau lakukan kriminal harus ditindak sesuai hukum berlaku."

"Tetapi kalau tidak ada indikasi tindakan kriminal, maka harus diusut tuntas kenapa itu bisa terjadi sehingga harus dipertanggungjawabkan," katanya.

Seperti diketahui, empat WNI tewas ditembak polisi Malaysia di negara bagian Perak. Kejadian penembakan itu terjadi pada tanggal 7 September 2012 sore di Perak Malaysia.

Polisi Malaysia menyatakan, mereka ditembak ketika berusaha merampok warga di sebuah perkampungan ketika polisi sedang melakukan operasi.

GERINDRA TAK IZINKAH KADER STUDY BANDING KELUAR NEGERI


Terkait maraknya program Study Banding (Stuba) ke luar negeri, Sekjen Partai Gerakan Indonesia Raya, Edy Prabowo di  gedung DPR-RI pada hari Kamis (13/9/2012) sebagai mana dikutip dari  Merdeka.com mengatakan “Study banding tidak menyalahi ketentuan, itu sah-sah saja. Namun demikian kader partai Gerindra kami larang untuk mengikuti program stuba atau kunjungan kerja ke luar negeri“

Larangan kunjungan kerja atau stuba ke luar negeri kepada Fraksi Partai Gerindra di DPR RI ini menurut Sekjen partai berlambang burung garuda ini sudah diberlakukan sejak tahun 2010 silam.

Larangan perjalanan ke luar negeri ini sangat beralasan menurut Edy, karena selain menelan biaya yang amat besar, perjalanan ke luar negeri oleh para wakil rakyat di senayan pun tidak semua penting.

Edy mengatakan, banyak sektor pembangunan yang membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan DPR. “Banyak fakta di lapangan yang butuh perbaikan, dari pada biayanya digunakan untuk biaya perjalanan stuba atau kunjugan kerja ke luar negeri mending digunakan untuk pembangunan dalam negeri”. Katanya.

Walau demikian larangan ini tidak berlaku bagi kader partai yang hendak mengikuti kunjungan kerja atau stuba keluar negeri dengan menggunakan biaya sendiri. “Kalau menggunakan biaya sendiri tidak dilarang partai” tegas Edy Prabowo. (ditulis kembali oleh Yogi Making) 

Rabu, 12 September 2012

Dua Belas Parpol Tidak lolos Verifikasi, 34 Lainnya Siap Melaju ke Babak Berikut


Dua belas Partai Politik (Parpol) yang mendaftar ke KPU dipastikan gagal ikut Pemilu 2014 setelah tidak memenuhi 17 dokumen persyaratan KPU. 34 partai lainnya masih harus menghadapi jalan panjang verifikasi di KPU. Berapa partai yang akan bertahan?

Seperti diketahui Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah mengumkan 12 partai yang terpental di tahap pertama karena tidak melengkapi 17 dokumen, pada senin (10/9).

“Klasifikasi yang dinyatakan loolos syarat pendaftaran harus memenuhi 12 dokumen, sesuai dengan peraturan KPU. Ada 12 partai yang tidak lolos syarat pendaftaran 17 dokumen,” ujar ketua KPU Husni Kamil Malik dalam jumpa pers di Ruang media Center KPU. Jalan Imam Bonjol 29, Jakarta Pusat, Senin (10/9).

Sementara  tahapan panjang menantang Parpol sebelum melaju ke Pemilu 2014. Berikut tahapan verifikasi Parpol di KPU sebelum maju ke Pemilu 2014, seperti disampaikan Wakil Ketua FPAN DPR Viva Yoga Mauladi selasa, (11/9/2012).
1.       Pendaftaran parpol, 10 Agustus-7 september 2012. Ada 46 Parpol. (sudah dilewati)
2.       pengumuman KPU tentang parpol yang memenuhi 17 syarat pendaftaran (Peraturan KPU no. 12/tahun 2012 di lapiran 1 model F-Parpol). (sudah dilewati)
3.       KPU melakukan verifikasi administrasi 6 Oktober(Peraturan KPU no. 12/tahun 2012 di lapiran 1 model F4 Parpol).  
4.       KPU melakukan verifikasi faktual. Ditingkat pusat dan provinsi, 26 Oktober- 3 Nopember 2012. Ditingkat Kabupaten/Kota 26 Oktober- 20 Nopember 2013.
5.       KPU mengumumkan parpol peserta pemilu 2014, pada 9 Januari 2013, atau 11 Januari 2013.
Berikut 12 parpol telah gagal di verifikasi awal KPU:
1.    Partai Pemuda Indonesia (PPI), hanya menyerahkan 12 dokumen
2.    Partai Indonesia Sejahtera (PIS), hanya menyerahkan 4 dokumen
3.    Partai pemersatu Bangsa (PBB), hanya menyerahkan 16 dokumen
4.    Partai aksi Rakyat (PAR), hanya menyerahkan 16 dokumen
5.    Partai Pelopor, Hanya menyerahkan 3 dokumen
6.    Partai republik Indonesia, hanya menyerahkan 12 dokumen
7.    Partai Islam, hanya menyerahkan 16 dokumen
8.    Partai Merdeka, hanya menyerahkan 8 dokumen
9.    Partai Patriot, hanya menyerahkan 14 dokumen
10.  Partai Barisan Nasional (Barnas), hanya menyerahkan 15 dokumen
11.  Partai Pemersatu Nahdlatul Ummah (PPNU), hanya menyerahkan 11 dokumen
12.  Partai Matahari Bangsa (PMB), hanya menyerahkan 15 dokumen

Sumber: Detiknes.com

Inilah 46 Parpol yang mendaftar di KPU


Inilah 46 Parpol yang Mendaftar di KPU untuk Pemilu 2014

Jakarta KPU sudah menutup pendaftaran partai politik (Parpol) yang tertarik mengikuti Pemilu 2014. Tercatat ada 46 parpol yang berminat bertarung dalam pesta demokrasi terbesar bangsa ini.
46 Parpol tersebut akan diverifikasi oleh KPU untuk diketahui apakah berkasnya sudah lengkap. Berikut ini dafar 46 parpol tersebut yang diperoleh detikcom dari KPU, Jumat (7/9/2012).
1. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)
2.Partai Nasional Demokrat (Nasdem)
3.Partai Pemuda Indonesia (PPI)
4.Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)
5.Partai Kesatuan Demokrasi Indonesia (PKDI)
6. Partai Kongres
7. Partai Serikat Independen (SRI)
8. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
9. Partai Indonesia Sejahtera (PIS)
10. Partai Bulan Bintang (PBB)
11. Partai Pemersatu Bangsa (PPB)
12. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)
13. Partai Amanat Nasional (PAN)
14. Partai Golongan Karya (Golkar)
15. Partai Karya Republik (Pakar)
16. Partai Nasional Republik (Nasrep)
17. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
18. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)
19. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
20. Partai Buruh
21. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)
22. Partai Pelopor
23. Partai Republik Indonesia
24. Partai Demokrat
25. Partai Damai Sejahtera (PDS)
26. Partai Republika Nusantara (Republikan)
27. Partai Islam
28. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme)
29. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)
30. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)
31. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI)
32. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)
33. Partai Aksi Rakyat (PAR)
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)
35. Partai Merdeka
36. Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB)
37. Partai Republik
38. Partai Kedaulatan
39. Partai Persatuan Nasional (PPN)
40. Partai Patriot
41. Partai Bhineka Indonesia
42. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
43. Partai Barisan Nasional (Barnas)
44. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia)
45. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah (PPNUI)
46. Partai Matahari Bangsa (PMB)
 (gah/gah)
Sumber : detik news

Paul Budi Kleden: Khotbah Misa 75 Tahun Seminari Ledalero


Tulisan berikut dalah Khotbah misa yang disampaikan oleh P. DR. Paul Budi Kleden, SVD dalam peryaan misa 75 Tahun Seminari Tinggi Ledalero.  

Ayat yang tidak menjadi bagian dari teks injil yang dibicarakan hari ini.
Sebenarnya menjembatani urutan nama dan kisa kelahiran Yesus dan meringkas silsiah Yesus dalam tiga periode. 14 keturunan dari Abraham sampai  Daud. Empat belas dari Daud sampai pembuangan ke Babel, empat belas lagi d ari pembuangan ke babel hingga kelahiran Yesus. Kalau kita menggunakan jumlah yang sama untuk membagi sejarah seminari ini berdasarkan jumlah rektornya, maka kini, pada masa kepemimpinan Pater Kletus Hekong sebagai rektor ke 18 dari lembaga ini, kita sudah berada dalam babak kedua. Dan babak kedua itu berakhir dengan pembuangan ke Babel. Apakah masa Daud, saman keemasan lembaga ini sudah lewat dan kita sedang mengarah pada pembuangan? Kita pasti akan mengalami tantangan dan goncangan, namun saya yakin dan kita berdoa agar pada kepemimpinan rektor yang ke 28 seminari ini tidak akan mengalami masa pembuangan, tidak dibuang oleh umat, di telantarkan oleh serikat, apalagi diabaikan para alumninya. Karena kita bertumpuh pada keyakinan dan membangun harapan: bahwa kekal abadi kasih setia Tuhan.

Saudara/i.....
“ Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasi setia-Nya”. Kekal, abadi itu sifat Allah. Para pemazmur memujanya sebagai kasih yang tak pernah menyerah, para penyair mengumpamakannya dengan wadas yang kokoh bertahan menentang terpaan gelombang dan hempasan angin. Kekal itu sifat Allah. Para kekasih menyanyikannya sebagai melodi yang tak pernah sumbang, para peziarah mengalaminya sebagai bintang penuntun yang tak kunjung pudar. Kekal itu sifat Allah. Pada pihak lain, manusia sebagai ciptaan bersifat sementara. Berubah itu cirinya. Pemazmur mengumpamakannya dengan daun yang segar di pagi hari dan cepat layu diterpa terik mentari, para pencari kebenaran dan keadilan sering mengalaminya sebagai bunglon yang bebrubah warna menurut keadaan. Sementara, itu sifat manusia, berubah itu cirinya. Sejarah mencatatnya sebagai pertukaran rezim dan dinasti, perubahan sistim, pergantian pemimpin dan peralihan generasi.

Kasih setia Tuuhan dialami ditengah kerapuhan dan kesementaraan kita. Dan melalui kerapuhan dan kesementaraan kita itu, Tuhan hendak memencarkan kasih setianya yang abadi. Semakij kita menyadari keabadian kasih Allah dan kekekalan kasih setia-Nya, semakin rela dan jujur kita mengakui bahwa kita ini serba terbatas, bahwa hidup kita fana dan karya kita rapuh. Sejarah kita terpenggal dan pengaruh kita tak langgeng, kekuasaan kita entah politik, religius entah intelektual atau sosial, tidak abadi.

Israel mengalami kesetiaan itu dan mengukirnya dalam penuturan silsilah, sebuah daftar panjang para pendahulu, sebagaimana dikisahkan dalam dalam Injil tadi. Dari silsilah itu bukan hanya deretan nama-nama orang yang teguh imannya, dalam pikirannya, unggul wataknya dan terpuji perilakuknya. Pada daftar itu tertampung pula  orang-orang yang yang telah menjual imannya demi kekuasaan. Yang menghinati bangsanya sendiri tersebab oleh kerakusan, yang mencemarkan nama sukunya karena perilaku yang tak terpuji. Pada deretan itu tertulis pula nama-nama yang tidak banyak dikenal, mereka yang biasa-biasa tanpa momen bersejarah yang namanya tidak menggetarkan hati bangsa-bangsa dan kiprahnya tidak mengundang decak kagum, yang cahaya wajahnya tidak mengundang simpati dan gema suaranya tidak terdengar berwibawa, yang tidak ditinggalkan banyak kesan untuk dikenang selain mewarisi darah dan meneruskan tasli kekerabatan pada urutan garis keturunan.

Tuhan seperti ini, yang menunjukan kesetiaanya melalui manusia biasa yang sederhana tanpa banyak kelebihan, yang memancarkan sinar kasih-Nya keduniapun melalui orang-orang yang gampang dilupakan sejarah, Dialah yang dimadakan israel seperti yang diungkapkan pemazmur tadi. Nabi Mikha menyebutnya sebagai Tuhan yang memperhatikan keterpencilan Betlehem Efrata, yang hampir tak pernah disebut oleh suku-suku Yehuda, yang namanya tak ada dalam daftar penguasa dan tak muncul pada peta pemimpin. Tuhan dimadahkan sebagai Allah yang setia, karena tidak memalingkan wajahnya dari  tempat dan orang-orang yang terbuang, tidak menghapus dari ingatan dan memutihkan dari hati-Nya ajah dan nama mereka sederhana dan sering dibuat tidak berdaya. Seperti dikatakan Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma, memang sejak awal Tuhan sudah punya opsi yang jelas, dan dengan telaten Dia mewujudkan opsi itu, untuk membenarkan dan memuliakan manusia, terutama mereka yang sering dibuang dan gampang diabaikan, yang hanya dipinang disaat pemilu lalu diceraikan sesudah dapat kekuasaan. Dari  semula Tuhan punya tekad untuk pilih, benarkan dan memuliakan manusia, teristimewa mereka yang umumnya hanya dikunjungi selama dianggap masih bermanfaat, lalu dianggap sepih sesudah orang memperoleh apa yang dibutuhkannya.

Tuhan seperti ini telah memilih Maria istri Yosef, sebagai Bunda Alllah menjadi bukti yang memancar sinar kasih Allah, yang menggemakan warta Sang Sabda ke dunia dan sejarah. Merayakan kelahiran Maria berarti merayakan kesetiaan Tuhan yang merendah untuk meninggikan. Merayakan kelahiran maria berarti mengenangkannya sebagai Ledalero, bukti tempat Yesus almasih, sang mentari Sabda bersandar untuk masuk ke dalam dunia dengan wajahnya yang pulihkan semangat dan beri kelegaan pada yang bersusah dan suaranya yang menggoncangkan dan suara-Nya yang menggoncang mereka yang angkuh hatinya.
Tuhan itu pula yang menyalakan kerinduan Arnold Janssen dan membakarnya dengan semangat berapi untuk mendidik dan mengutus misionaris, yang dalam terang teologinya saat itu, pergi membawa terang untuk “melenyapkan kegelapan dosa dan kebutaan manusia tak beriman”. Sejak 137 tahun yang silam itu, ribuan misionaris SVD telah dididik dan diutus, dalam kesadaran baru, untuk menghalau kegelapan dari orang-orang yang buta melihat sesamanya sebagai orang-orang yang telah dipilih, dibenarkan dan dimuliakan Allah. Misionaris dididik dan diutus untuk membentuk persekutuan manusia yang mesti saling menghargai, sebab ada keyakinan, dalam diri setiap orang Tuhan menampilkan wajah-Nya dan dalam semua kebudayaan Dia menggemakan suara-Nya. Misisonaris dididik dan diutus bertukar gagasan dan berbagi hidup, memberi dari kedalaman pengalamanya dan belajar dari ketulusan hati orang yang beragama dan berbudaya lain, mereka yang miskin dan tersisih, yang sedang mencari iman atau merasa tak punya alasan cukup untuk beriman.

Kita bersyukur pada Tuhan karena Ia baik, sebab kesetiaan-Nya telah membuka hati para misionari     untuk melihat bakat keagamaan dan semangat pengorbanan anak-anak Nusa Tenggara Timur yang mau terlibat dalam karya  besar misi Gereja dan perutusan serikat. Dan sejak tahun 37, 75 tahun silam, bukit Ledalero yang mulanya dijauhi penduduk dan ditakuti penghuni sekitar, menjadi bukit yang berdaya tarik , sebagai panti pendidikan dan sebagai almamater. Sebagai panti pendidikan bukit ini memanggil ribuan orang muda untuk membiarkan diri diteguhkan kebeneran Firman dan ditantang kejelsan Sabda, agar memurnikan motivasi dan menjernihkan pilihan, supaya mengenal diri dan memahami kepribadian. Sebagai panti pendidikan bukit ini membantu, agar frater mampu mengambil keputusan yang tepat, entah diutus sebagai awam yang menggarami dunia dalam berbagai bidang karya, atau dikirim sebagai misionaris ke berbagai penjuru dunia yang pantulkan cahaya dan gemakan warta kesetiaan Allah.

Sebagai almamater, bukit ini terus memanggil para alumninya, awam dan imam, bukan hanya sebagai bunda yang dibakar kerinduan bernostalgia, tapi bagai ibu yang terus berusaha menyampaikan rasa bangga bagi yang sukses, mengungkapkan keprihatinan bagi yang salah arah, meneguhkan yang kecapaian di medan karya. Sebagai almamater bukti ini terus memanggil para alumni, awam dan imam untuk menyegarkan komitmen dan memperbaharui tekad agar dimana dan kapan saja kita tetap menjadi Ledalero, menjadi bukit yang memancarkan terang dan menggemakan suara Tuhan.

Sejarah 75 tahun seminari ini, adalah sejarah yang digores para penghuni dan alumni, para karyawan/ti dan simpatisan. Merayakan ulang tahun seperti ini mengajak kita untuk bertapak undur, mengenang segala yang sudah dialami dan semua orang yang pernah berbagi hidup disini. Dan kita seperti semua orang lain, sangat sadar bahwa rentang waktu 75 tahun diisi kerbehasilan pun kegagalan. Ada kisah keberhasilan yang memebanggakan tetapi juga tak sedikit kegagalan yang membuat umat binggung dan warga geleng kepala. Ada yang pergi dengan kenangan indah bersamaan namun ada pula yang memendam sakit hati dan kepahitan. Bagi banyak orang, bukit ini menjadi tempat matahari sungguh bersandar dan Sabda menggemakan warta, namun bagi sejumlah orang, bukit ini menjulang terlampau tinggi sehingga menghalangi orang mengalami kejelasan sinar ilahi dan melunakan ketegasan Firman Allah. Bagi banyak orang, bukit ini mendekatkan Allah yang berpihak, namun bagi yang lain, bukit ini menjadi tanda Allah yang menjauh dan tak terjangkau.

Kita madahkan syukur Tuhan yang setia, karena Dia relakan diri dipantulkan dan digemakan oleh kita, manusia yang sering terlilit keangkuhan dan terjerat egoisme. Semakin kita sadari keabadian kasih Allah, semakin kita rela akui keterbatasan dan kerapuhan kita. Kita, umat beriman tidak selalu merupakan bagian terbaik dari masyarakat kita. Kita, para misionaris SVD dimana-mana sering bukanlah misionaris yang paling andal dan tanpa pamrih dari Gereja. Kita para penghuni dan alumni dari seminari ini, bukanlah putra-putra terunggul dari kampung dan keluarga kita. Kita, yang hari ini merayakan pesta-pesta khusus, bukanlah pribadi-pribadi yang paling istimewah dari angkatan dan teman-teman kita. Walau demikian kita semua, umat beriman, para misionaris SVD, penghuni dan alumni, punya alasan untuk bersykur dan berbesar hati, karena juga kepada dan melalui kita Tuhan mau turun sebagai cahaya yang memelekan mata dan melihat realitas seadanya, kita semua punya alasan untuk bersyukur, karena kepada dan melalui kita Tuhan terus mau datang sebagai cahaya yang menyejukan yang terbakar amarah, tetapi juga membakar lagi semangat yang mulai pudar. Kita semua punya alasan untuk bersyukur, sebab kepada dan melalui kita Tuhan terus memperdengarkan suara-Nya yang menyatakan kebenaran ditengah kebiasaan dan praktik pemutarbalikan kebenaran, menggemakan suara-Nya tentang keadilan ditengah umat dan masyarakat yang lebih suka gemakan kehendak sendiri. Kita semua punya alasanuntuk bersyukur, karena kepada dan melalui kita Tuhan setia datang ditengah umat-Nya, kepada serikat dan seminari ini, Tuhan selalu datang, karena Ia adalah hidup, dan hidup mengandung daya cipta yang tak tertahan. Tuhan datang, karena ia adalah cahaya, dan cahaya itu tak mungkin tinggal tersembunyi. Tuhan datang, karena adalah suara, dan suara tak bisa terus diredam dalam kebisuan. Tuhan datang, karena ia adalah cinta, dan cinta selamanya menyerahkan diri...