Halaman

Selasa, 02 Oktober 2012

Hotmix Trans Lembata, Terindikasi Mark Up



Lembata NTT, KPK
Pembangunan jalan Trans Lembata sepanjang ± 2 Km yang menelan dana 8,7 Miliar, pada tahun anggaran 2011 terindikasi praktek mark Up. Hal ini dikemukakan ketua Komisi III DPRD Lembata, Simon Lake Odel, SPd di gedung DPRD Lembata ketika ditemui KPK pekan lalu. 
Menurut Odel, pembangunan jalan Hotmix Trans Lembata, sangat tidak berkualitas karena menurutnya, penutup trotoar hanya asal dikerjakan dan ketebalan aspalnya tidak memenuhi syarat sehingga berpengaruh terhadap permukaan badan jalan yang tidak rata. Dengan kondisi yang demikian, Odel menyatakan bahwa ada indikasi mark up dibalik proyek ini.

“Memang panjang jalan sudah sesuai namun, kalau kualitasnya seperti ini maka pekerjaan ini akan meninggalkan persoalan baru, karena saya yakin jalan ini tidak akan bertahan sampai 10 tahun”. Odel juga mempertanyakan model pengawasan dari pihak eksekutif sebab jalan ini tepat berada di depan kantor Bupati Lembata. “Jika yang ada dihadapan kita saja tiak diawasi dengan baik apalagi proyek-proyek lain yang berada di desa-desa. para kontaktor tentu akan lebih asal-asalan lagi mengerjakan  berbagai proyek karena lemahnya control dan pengawasan pemerintah”. 

Sementara itu, aktivis muda Lembata, Elias Keluli Making, kepada KPK mengungkapkan, Kualitas pembangunan jalan Hotmix Trans Lembata sangat rendah dan tidak menguntungkan masyarakat. Kondisi trotoar yang tidak tuntas dikerjakan, pori-pori aspal yang tidak ditutup dengan baik serta ketebalannya yang tidak memenuhi syarat, berpotensi akan gampang retak dan berlubang.
Menurut Elias, dengan kualitas seperti ini tentunya ke depan, ada biaya-biaya yang akan digunakan untuk perbaikan yang sebetulnya biaya-biaya tersebut dapat dialihkan untuk kepentingan pembangunan jalan di tempat lain atau untuk kepentingan pembangunan sector yang lain. Elias mempertanyakan pengawasan dari DPRD dan Eksekutif yang membiarkan kontraktor pelaksana bekerja dengan kualitas yang asal-asalan. 

Bahkan menurutnya, untuk proyek-proyek yang menyedot cukup besar anggaran, harusnya dilakukan Verifikasi yang ketat sehingga bagi kontraktor yang sekalipun sudah memiliki alat atau memenuhi ketentuan Perpres, harus pula dibarengi dengan pengalaman kerja. Ia menilai kontraktor yang mengerjakan proyek ini terkesan dipaksakan oleh pelaksana anggaran dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lembata. “Kalau sudah tau kontraktornya belum punya pengalaman, kenapa harus dipaksakan, ada apa ini?, tanya Elias.       

Selanjutnya Elias juga mempertanyakan biaya ganti rugi yang dijanjikan kepada masyarakat sebab, informasi yang Ia peroleh, tanah masyarakat yang diambil untuk kepentingan pembangunan jalan Hotmix Trans Lembata akan dikenai biaya ganti rugi. 

Namun Ia mengungkapkan, informasi yang Ia peroleh dari beberapa masyarakat, sampai hari ini belum ada biaya ganti Rugi. Terhadap proyek ini, Elias meminta DPRD untuk meminta BPK segera melakukan audit terhadap penggunaan anggaran dan audit fisik pembangunan jalan Hotmix Trans Lembata.
Di lain sisi, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Paskalis Tapobali diruang kerjanya membantah adanya praktek Mark Up pada proyek ini. Menurutnya, Harga Produk Satuan (HPS) sesuai dengan Perpres. harga Pasar, On Side, Batu Pasir dan retribusi misalnya, sesuai dengan perencanaan. Sementara untuk material non lokal entah itu dari Surabaya atau Makassar, menggunakan harga jual lokal. 

Sedangkan terkait dengan kualitas, Tapobali mengatakan, mungkin ada benarnya jika dari sisi kualitas masih rendah. Ini diakibatkan karena kontraktor pelaksana masih baru dalam kaitan dengan spesifikasi pekerjaan. “Kontraktornya masih baru, operatornya juga baru sehingga belum memiliki pengalaman dalam pekerjaan ini”. 

Lanjut Tapobali, terkait dengan kualitas pekerjaan ini, pihak pelaksana anggaran dalam hal ini Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) sudah melakukan penelitian di beberapa titik. Bahkan ada yang sudah dibongkar dan ketebalan aspal sudah dilapisi kembali. Dengan demikian proyek tersebut telah diajukan PHO. Sementara terkait dengan volume pekerjaan (Panjang, Lebar jalan), Tapobali mengungkapkan,  semuanya sudah masuk sesuai dengan perencanaan termasuk spesifikasinya.

Proyek pembangunan Jalan Trans Lembata yang menelan biaya yang cukup tinggi ini dikerjakan oleh oleh PT. Citra Mandiri Kontruksi. Direktur PT Citra Mandiri Konstruksi, Ben Lelaona ketika dikonfirmasi mengatakan, tidak ada mark up dibalik proyek ini. Semuanya sesuai dengan HPS sehingga tidak benar kalau ada yang mengatakan ada mark up. Semenatara terkait dengan volume pekerjaan, Ben menjelaskan, semua item pekerjaan sesuai dengan document kontak dan sudah diselesaikan. Sedangkan terhadap penutup trotoar jalan juga volemenya sampai disitu sehingga tidak ada lanjutan pekerjaan lagi. Ben juga menepis rumor bahwa ada jatah yang diberikan kepada pihak-pihak tertentu dalam pengerjaan proyek ini.

Suber :  koranpenelusurankasus.com
Penulis : Broin Tolok
Keterangan Foto : Jln. Trans Lembata yang terindikasi Mark UP
Foto  by: Broin Tolok, KPK

Senin, 01 Oktober 2012

Duh,,, Warga Adonara Saling Serang, Dua Luka, Tujuh Rumah Di Bakar


sergapntt.com, ADONARA – Warga dua desa di Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur  terlibat saling serang. Bentrokan yang disulut masalah tanah itu terjadi pada Selasa (2/10/12) pagi, sekitar pukul 06.00 Wita. Akibatnya, dua korban luka-luka dan tujuh rumah terbakar.

“Ada dua warga yang terluka,” kata Kapolres Flores Timur, AKBP. Wahyu yang dihubungi pertelepon Selasa, 2 Oktober 2012.

Menurut Wahyu, bentrokan antar warga Desa Lewonara dan Lewobunga itu terkait masalah tanah ulayat di batas wilayah dua desa.

Sehari sebelumnya atau pada Senin (1/10/12), kedua kelompok ini terlihat berjaga-jaga di wilayah perbatasan masing-masing.

Sejauh ini belum ada reaksi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Flores Timur maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT untuk meredam konflik agar tidak meluas.

Dua korban dalam bentrokan akibat terkena panah itu kini sedang menjalani perawatan di Puskesmas Waiwerang, Ibu Kota Kecamatan Adonara.

Polisi baru berhasil memukul mundur dua kelompok warga yang bertikai itu sekitar pukul 08.00 Wita. Namun, situasi di lokasi masih memanas. Hingga kini aparat kepolisian masih berjaga-jaga untuk mengantisipasi bentrokan susulan. “Anggota kami masih berjaga di lokasi bentrokan,” ujar Mahyu.

Sumber : sergapntt.com
by. jose
Keterangan gambar : Perang panah, ilustrasi admin

Gaji Bupati Cuma Rp 6,1 Juta tapi Jadi Rebutan



PROBOLINGGO, KOMPAS.com - Gaji Bupati Probolinggo, Jawa Timur, Hasan Aminuddin tahun 2012 hanya Rp 6,1 juta per bulan. Gaji Wakil Bupati Salim Qurays, hanya Rp 5,3 juta.

Walaupun begitu, posisi tersebut diincar dan diperebutkan oleh tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati, yang akan bertarung pada Pilkada 8 November nanti. Ketiga pasangan calon itu adalah istri Bupati Probolinggo Tantri Hasan Aminuddin-Timbul Prihanjoko, Wakil Bupati Salim Qurays-Agus Setiyawan, dan mantan Sekda Kusnadi-Wahid Nurrahman.

Data yang dihimpun menyebutkan, gaji bupati sebesar Rp 6.746.363. setelah dipotong pajak, nilainya menjadi Rp 6.170.600. Gaji wakil bupati Rp 5.774.242, setelah dipotong pajak gaji bersihnya menjadi Rp 5.322.800. Gaji bupati terdiri atas gaji pokok Rp 2.100.000, tunjangan istri Rp 210.000, tunjangan dua anak Rp 84.000, tunjangan jabatan Rp 3.780.000, tunjangan beras Rp 236.000, tunjangan PPh Rp 336.363. Totalnya senilai Rp 6.746.363. Setelah dipotong potongan pihak ketiga dan PPh sebesar Rp 575.763, gaji bersihnya hanya Rp 6.170.600.

Adapun gaji wakil bupati terdiri atas gaji pokok Rp 1.800.000, tunjangan istri Rp 180.000, tunjangan dua anak Rp 72.000, tunjangan jabatan Rp 3.240.000, tunjangan beras Rp 236.000, dan tunjangan PPh Rp 246.242. Maka gaji kotornya Rp 5.774.242. setelah dipotong potongan pihak ketiga dan PPh sebesar Rp 451.442, gaji wakil bupati Rp 5.322.800.

Setahun, gaji bersih bupati Rp 74.047.200, dan wakil bupati Rp 63.873.600.  Menurut Kepala Dinas Pengelola Keuangan Daerah Tanto Walono, Senin (1/10/2012), gaji mereka diberikan tiap bulan tanggal 1, sama seperti PNS. Gaji mereka tergantung dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Tahun depan, gaji mereka bisa saja naik, meski mungkin hanya satu juta. Maka, siapapun bupati dan wakil bupati yang terpilih nanti, akan menerima gaji sekitar itu. 
Sumber : Kompas.com
Penulis : Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol | Selasa, 2 Oktober 2012 |
Editor : Glori K. Wadrianto

Jadi Gubernur Sumsel, Susno Siap Tidak Digaji




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji mengaku siap maju ke ajang pemilihan gubernur Sumatera Selatan. Bahkan apabila ia terpilih, Susno siap untuk tidak digaji.
Ia juga berjanji akan melepaskan semua kepentingan pribadi di perusahaan batubara keluarganya.
"Jadi aku betul-betul ingin mengabdi. Enggak perlu aku digaji. Tapi, persoalannya, ada enggak yang mengangkat kita, mana mungkin. Zamannya sudah lain," ujarnya saat ditemui Tribunnews.com, Senin(1/10/2012).

Susno mengatakan, bahwa dirinya tidak begitu saja maju dalam Pilgub. Ia menegaskan, tidak akan mau mengeluarkan uang satu rupiah pun dana menuju Sumsel 1 itu.
"Jadi untuk apa mencalonkan, aku tak mau kalah, aka mengeluarkan duit, sudah habis, malu pula. Aku tak mau keluar duit, aku tak mau malu," kata Susno.

"Kalau soal duit keluar, aku mau berapapun, tapi bukan untuk Pilkada. Kecuali untuk CSR. Tapi, kalau harus membayar untuk mengabdi, itu pasti tujuannya nanti cari duit, enggak baik. Mungkin dia tidak cari tapi jabatan. Kalau jabatan sudah pernah, malah jabatan dengan kekuasaan bisa menangkap. Jabatan itu pada hakikatnya pintu neraka bila menyalahgunakannya. Tapi kalau kita tidak salahgunakan itu bisa jadi pintu pahala. Tapi mungkin 99 persen jabatan itu pintu neraka yang pahala cuma 1 persen, yang banyak paha dan neraka," tambah Susno.

Lebih jauh Susno juga menyinggung, Pemilihan Gubernur DKI Jakarta yang dimenangkan oleh pasangan Joko Widodo (Jokowi) dan Basuki Tjahaja Purnama menjadi contoh bahwa calon yang memihak rakyat akan dipilih.

"Siapa yang memihak rakyat, siapa yang mau pembaruan, dia jadi," kata mantan Kapolda Jawa Barat itu.
Susno menegaskan, bahwa prinsip hidupnya adalah memberantas KKN. Dan prinsip itu ia akan realisasikan bila menjadi gubernur Sumsel. Karena itu, ia meminta masyarakat Sumsel tidak mencalonkannya bila tidak siap dirinya melakukan "bersih-bersih" di Sumsel.

"Jadi, jangan mencalonkan aku. Itu saja. Nanti menyesal. Nanti enggak ada lagi KKN. Enggak bisa lagi menitip anak, menitip keponakan. Aku dari bintang satu, dua, tiga, ada tidak keponakanku jadi Sersan? Apalagi Akabri? Enggak ada. Kalau memang kamu pintar, kamu masuk. Kalau memang bodoh, yah tidak bisa. Masuk Akabri tidak bayar," cerita Susno.

"Anak adikku menangis-nangis, bilang tolong itu yang backing Kolonel saja bisa masuk, ku bilang, minta saja kepada Kolonel itu. Ini bukan Kolonel, ini bintang tiga. Kalau memang benci begitu, bencilah aku, daripada besok negara rusak waktu dia jadi jenderal tapu tukang peras. Itu saja pendirian aku," ujar Susno.
Ia memastikan jajaran Pemprov Sumsel akan gerah bila dirinya melancarkan aksi bersih-bersih KKN ini.
"Kalau ini disampaikan ke aparat Pemda, pasti tidak akan memilih aku. Siapa yang akan memilih. Berantas KKN, di mana akan diberantas, yang di semuanya. Aku sudah tahu tempatnya," ungkapnya.

Kalau ada partai politik yang mengusung Anda? "Tadi syaratnya, mau tidak "bersih-bersih". Bila perlu, bila yang mengajukan aku itu korupsi akan aku tindak. Misal dia bilang aku ini tim suksesnya, aku jawab kau tim suksenya tapi sekarang kau ku tindak," tandasnya.

Menurut Susno, prinsip berantas KKN pun ia lakukan saat menduduki jabatan strategis di kepolisian, seperti saat menjadi Kabareskrim dengan membongkar sejumlah kaus korupsi yang sebelumnya tertutup rapih, yakni mafia pajak dan mafia hukum.

"Untuk punya duit itu tak perlu korupsi. Aku jadi Kapolda tak korupsi. Mobil yang dibilang dari korupsi, Timur itu tahu dari mana aku dapat duit. Otak ini dipakai, aku ini dagang, swasta, tapi enggak ada usaha ku yang berhubungan dengan polisi. Aku belikan untuk kapal terbang polisi yah tidak. Bukan aku mau dibilang teerlalu ekstrem perusahaan aku bersih, yah tidak. Preman-preman di jalan masih nginjak juga. Dibilang ini punya Pak Susno, saya bilang kalau di jalan harus bayar, yah bayar. ikuti," bebernya.

Sumber: tribunnews.com
Oleh Abdul Qodir | TRIBUNnews.com

Ilmuwan Korea Ungkap Rahasia Panjang Umur Pria: Dikebiri



VIVAnews -- Ini bukan kisah film drama Korea: selama pemerintahan Dinasti Chosun, yang memerintah antara tahun 1392-1910, bocah lelaki yang hidup dalam kemiskinan sering memilih hal yang ekstrem, dikebiri demi mimpi hidup nyaman di balik dinding istana. Menjadi kasim.

Sebagian besar kasim yang digambarkan dalam sejarah berusia tua. Rata-rata bisa hidup mencapai usia 70 tahun. Bahkan yang mengejutkan, tiga dari 81 kasim diketahui mencapai usia lebih dari 100 tahun. Prestasi panjang umur yang langka bahkan di era modern saat ini.

Sementara para pria dari tiga keluarga bangsawan ternama hanya bisa mencapai usia 51 hingga 56 tahun. Para raja yang dikelilingi selir dan anggota laki-laki dari keluarga kerajaan memiliki waktu kehidupan terpendek, biasanya hidup sampai usia pertengahan empat puluhan.

Fakta inilah yang mendorong para ilmuwan Korea meneliti data sejarah untuk mencari tahu rahasia panjang umur para kasim, sekaligus membuktikan
hormon seks laki-laki bertanggung jawab untuk memperpendek masa hidup pria.

Para ilmuwan meneliti Yangse Gaebo, dokumen berisi silsilah para kasim sejak Dinasti Koryo berakhir.

"Penemuan tersebut menambah petunjuk penting untuk memahami mengapa ada perbedaan usia harapan hidup perempuan dan laki-laki," kata Kyung-Jin Min dari  Inha University.

Para ilmuwan awalnya sudah mengetahui bahwa pengebirian pada mamalia meningkatkan masa hidup mereka, tapi tak mampu menghubungkannya pada manusia. "Hingga penelitian ini membuktikan bahwa hormon pria yang menyebabkan kematian lebih awal."

Bocah lelaki yang kehilangan organ reproduksinya secara tak sengaja, seperti akibat digigit anjing, atau dikebiri secara sengaja untuk bisa masuk ke lingkungan istana.

Para kasim dibolehkan menikah dan punya keluarga dengan cara mengadopsi anak laki-laki yang dikebiri atau anak perempuan normal. Namun, kala itu, mereka menyimpan rapat-rapat catatan silsilah sebagai bukti bahwa mereka dari kelas bangsawan.

Dengan meneliti catatan tersebut, Min dan koleganya, Cheol-Koo Lee, dari Korea University menemukan, kasim hidup lebih lama 14 hingga 19 tahun daripada pria normal.

Tim peneliti, yang temuannya dipublikasikan dalam jurnal Current Biology, mengatakan temuan mereka mungkin menawarkan beberapa petunjuk untuk cara untuk meningkatkan harapan hidup manusia.  (Arirang News, Daily Mail | umi)

sumber :Vivanews

Minggu, 30 September 2012

Sonny Keraf: Ekowisata Bisa Jadi Andalan Flores


LABUAN BAJO, KOMPAS.com- Sesungguhnya Flores -termasuk Kabupaten Lembata dan Kabupaten Alor- dapat dibangun lebih maju lagi dengan mengandalkan pertanian, perikanan, dan pariwisata. Namun, proses produksinya harus didukung teknologi tepat guna.

Bahkan, secara khusus ekowisata dapat menjadi andalan sebagai lokomotif pengembangan ekonomi kawasan itu. Pendukung utamanya adalah menempatkan pertanian dan perikanan dalam kemasan ekonomi kreatif berbasis masyarakat.

Demikian pandangan Alexander Sonny Keraf, mantan Menteri Lingkungan Hidup (1999-2001), yang kini dosen Pascasarjana Imu Lingkunga Universitas Indonesia, dalam seminar bertema Ecoflores untuk Masa Depan Berkelanjutan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Kamis (27/9/2012).

Seminar itu sendiri merupakan rangkaian kegiatan Ecoflores Conference sejak Rabu kemarin. Pemakalah lainnya adalah Meribeth (antropolog), Supriatna (peneliti UI), dan Bandur (peneliti pendidikan).
Menurut Sonny Keraf, jika ekowisata diandalkan menjadi penggerak utama ekonomi kawasan tersebut, maka pilihan itu sekaligus menuntut kesiapan masyarakatnya. Mereka harus terlibat secara aktif menyediakan berbagai jasa ekowisata.Di antaranya restoran, akomodasi, transportasi, diving dan semcamnya seperti sovenir, pemandu wisata dan lainnya.

Untuk itu semua, lanjut Sonny Keraf, dibutuhkan kemauan politik serta dukungan serius dan konsisten dari Pemda di kawasan itu. Dukungan yang sangat diharapkan adalah menyediakan infrastruktur dan sarana-prasarana wisata serta promosi yang memadai sebagai pendodorong utama pengembangan ekowisata.
"Saya sangat yakin, Flores bisa maju hanya dengan ekowisata, dan karena itu tambang tidak perlu atau nanti saja," katanya.
Sumber : Kompas.com
Penulis : Frans Sarong | Kamis, 27 September 2012 |
Editor : Marcus Suprihadi

Terhimpit Ekonomi, Warga Kembali ke Timor Leste


ATAMBUA, KOMPAS.com - Karena kondisi ekonomi yang kian hari semakin memburuk, sebanyak 6 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 18 orang warga eks Timor Timur yang sejak tahun 1999 telah menetap di Naibonat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur dan memilih menjadi warga negara Indonesia, terpaksa harus pulang kembali ke kampung halamannya di Desa Caicua, Kecamatan Vermasse, Distrik Baucau, Timor Leste, Sabtu (29/9/2012) kemarin.

Hal tersebut dikatakan oleh wakil koordinator Circle of Imagine Society (CIS) Timor, wilayah Atambua. Deonato Moreira, Minggu (30/9/2012). Menurut Moreira, selain faktor ekonomi, alasan warga eks Timtim kembali ke Timor Leste yakni budaya ingin dekat dengan keluarga di tanah kelahirannya dan mereka ingin menghabisi masa tuanya bagi yang sudah berusia lanjut.

"Pada tanggal 29 September 2012 kemarin, teman-teman dari Timor Leste yang tergabung dalam Grupu Fila Hikas Knua yang menjemput mereka di perbatasan Motaain dan membawa mereka sampai ke rumah mereka masing-masing," kata Moreiro.

Proses pemulangan tersebut kata Moreiro adalah hasil kerjasama CIS, Forum Peduli Perempuan Anak (FPPA) Belu, Komado Distrik Militer (Kodim) Belu, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Belu. Proses tersebut memakan waktu antara tiga sampai lima bulan karena hal tersebut adalah repatriasi mandiri yang butuh kelengkapan administrasi dan verifikasi data.

"Prosesnya mereka yang masukan data bagi KK yang ingin pulang, lalu kita tindaklanjuti dengan wawancara tentang alasan kepulangan, kemudian kita klarifikasi data, selanjutnya pengurusan surat dari Desa atau Kelurahan dengan mengetahui Camat dan kepengurusan surat di Dinas Kependudukan serta surat serah terima oleh Kodim Belu," jelas Moreiro.

Lanjut Moreiro, kerjasama untuk memulangkan warga eks Timtim sejauh ini khusus untuk CIS sudah dilakukan sebanyak empat kali, sedangkan FPPA di Atambua hampir setiap bulannya ada satu atau dua KK yang dipulangkan.
Sumber : Kompas.com
Penulis : Kontributor Timor Barat, Sigiranus Marutho Bere 
Editor : Tri Wahono
Keterangan Foto : KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA, Ribuan warga eks pengungsi Timtim berkumpul di Kota Belu, NTT, beberapa waktu lalu.