Halaman

Kamis, 06 September 2012

BI Kirim Uang RP.17.4 Triliun Ke Kawasan Terluar Indonesia


Bank Indonesia mengirimkan uang dengan nilai Rp17,4 miliar ke kawasan terluar Indonesia untuk mengganti alat pembayaran yang sudah tidak layak pakai di kawasan tersebut.
"Sesuai dengan kebutuhan masyarakat di pulau terluar, 80 persen dari uang tersebut adalah uang pecahan kecil dengan nominal Rp10.000 atau lebih kecil," kata Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Ronald Waas di Jakarta, Selasa.
Enam kawasan terluar tersebut adalah Maumere, Lembata, Buru, Marampit, Marore, dan Bala Balakang.
Pengiriman uang kartal oleh BI tersebut merupakan salah satu bagian dari ekspedisi Sail Morotai 2012 yang dilepas oleh Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono di Jakarta International Container Terminal (JITC) II Tanjung Priok pada Selasa pagi.
Ekspedisi Sail Morotai 2012 akan berlayar menuju ke tujuh pulau terluar Indonesia menggunakan empat kapal dengan empat misi berbeda. KRI Banda Aceh mengusung misi Ekspedisi Bhakti Kesra Nusantara, KRI Soeharso dengan Operasi Surya Bhaskara Jaya, KRI Surabaya dengan misi Lintas Nusantara Remaja Pemuda Bahari, dan KRI Baruna Jaya dengan misi Ekspedisi Riset Kelautan.
Puncak ekspedisi tersebut akan jatuh pada 15 September 2012 di Pelabuhan Druba, Kabupaten Morotai, Maluku Utara. Menurut Agung Laksono, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan hadir pada acara tersebut.
Kapal yang ditumpangi oleh Tim BI adalah KRI Banda Aceh yang akan berlayar selama 16 hari dan melakukan kegiatan di darat selama 14 hari.
Ronald Waas mengatakan bahwa kebutuhan uang baru yang layak pakai di pulau terluar memang besar karena keberadaan lembaga keuangan formal seperti bank di daerah tersebut masih terbatas.
"Karena terbatasnya lembaga keuangan tersebut, sulit bagi BI untuk mengganti uang tidak layak pakai yang beredar sehingga kami terjun langsung ke masyarakat," kata Ronald Waas.
Selain BI, kementerian dan lembaga negara yang turut dalam ekspedisi tersebut adalah Tentara Negara Indonesia Angkatan Laut, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Kementerian Pertahanan, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, sejumlah BUMN, dan Rumah Zakat.
Sebanyak 500 pemuda dari Indonesia, Jepang, Australia, Belanda, dan sejumlah negara ASEAN juga turut dalam rangkaian misi Lintas Nusantara Remaja Bahari itu.
Kegiatan yang akan dilakukan antara lain adalah pasar murah, penyuluhan dan sosialisasi, penukaran uang dan bantuan sosial. Agung Laksono mengatakan total bantuan yang akan disalurkan dalam misi ini adalah Rp11 milyar.
Newsroom/investor.co.id
Jakarta
Sumber http://www.investor.co.id/home/bi-kirim-rp174-miliar-untuk-kawasan-terluar/43587

Tidak ada komentar:

Posting Komentar