Halaman

Jumat, 15 Oktober 2010

Herman Wutun : Jangan Kita Saling Menghina Dan Menjatuhkan

Super Lembata-
“ Jangan kita saling menghina dan menjatuhkan. “Titen” adalah semua kita punya. Dalam satu kesatuan untuk melayani dengan hati, agar Lembata ini kita buat baik,” Demikian pernyataan dari Bapak Herman Loli Wutun, dalam kegiatan sosialisasi, calon Bupati 2011-2014 bersama Tim Titen di Kecamatan Ile Ape, Rabu (13/2010).
Di hadapan ribuan masyarakat Kecamatan Ile Ape, yang berasal dari 16 Desa, Wutun menegaskan bahwa dengan hati kita dapat melihat sesuatu dari semua sisi. Dan sebagai manusia, kita pun memiliki tangan kanan dan tangan kiri, begitu pun ada muka dan ada belakang, sehingga hendaklah setiap kita, jangan pernah menilai orang dari sisi negatifnya, dan juga jangan coba menjatuhkan setiap calon atau figur yang lain.
“ Manusia punya tangan kanan dan kiri, ada muka ada belakang. Jadi kita tidak usah menilai orang dari sisi negatifnya dan menjatuhkannya,” Tegas Wutun.
Menurut Wutun dengan hati, seorang pemimpin harus dapat bertanggungjawab dalam upaya mensejahterakan seluruh rakyat secara adil dan merata, tanpa memandang siapa pun. Dan untuk mewujudkan semua itu, pemimpin yang melayani dengan hati, harus dapat mengetahui setiap persoalan yang dialami masyarakat, dan mencari penyelesaiannya.
Calon Bupati 2011-2014 ini, melihat bahwa Lembata memiliki 3 persoalan yang harus disikapi dan menjadi tanggungjawab bersama, yaitu Pertama Mental spiritual; bahwa masyarakat harus memiliki sikap baik, yang taat terhadap agama, tradisi, dan adat dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengontrol setiap proses pembangunan. Kedua Infrastruktur; pembangunan infrastruktur seperti jalan, air, dan listrik harus dapat ditingkatkan, demi menunjang pertumbuhan pembangunan. Ketiga Ekonomi Kerakyatan; di mana sector-sektor riil ekonomi rakyat, harus di hidupkan, mengingat perputaran uang yang begitu cepat, serta menjaga agar uang jangan kembali beredar ke Jakarta.
Kepada masyarakat ke-16 Desa tersebut, Wutun menyatakan bahwa karena atas dasar keperihatinan, maka Ia kembali ke Lembata. Sebagai anak yang di lahirkan di Lembata, Ia merasa terpanggil untuk memimpin dan bekerja demi Lembata.
“ Saya tidak bisa bekerja sendiri. Menjadi Bupati adalah mandat yang di berikan oleh Bapa, Ibu, dan saudara sekalian. Sehingga mandat yang di berikan, akan saya olah demi kepentingan kita semua,” Tutur wutun.
Wutun juga menjelaskan, pembangunan Infrastruktur seperti jalan dan sebagainya, tidak harus menggunakan uang APBD yang hanya mencapai 300 Milyar. Sehingga perlu melobi untuk mendapatkan dana segar dalam menunjang pelaksanaan pembangunan. Selain itu dalam bidang ekonomi, harus di hidupkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD). Sebagai ketua Koperasi, Ia berjanji untuk menghidupi kembali KUD yang ada di Lembata, yang selama ini sudah tidak aktif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar