Halaman

Jumat, 21 September 2012

Kata Pengamat Soal Kalahnya Foke versi Quick Count


TEMPO.CO , Jakarta:Hasil Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta, Kamis 20 September 2012 menunjukkan kemenangan calon kandidat tak mutlak ditentukan oleh elit partai politik. Buktinya, meski pasangan Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli didukung hampir seluruh partai politik yang duduk di kursi legislatif, hasil penghitungan cepat atau quick count sejumlah lembaga survei tidak menunjukkan kemenangan bagi inkumben.

»Ini bukti kurangnya kesolidan partai pendukung kubu Fauzi dan Nachrowi. Suara grassroad lebih unggul dibanding suara elit,” kata pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana saat dihubungi, Kamis, 20 September 2012.

Hitung cepat versi Lingkaran Survei Indonesia menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok memimpin dengan 53,75 persen. Pasangan inkumben Fauzi Bowo-dan Nachrowi Ramli didukung 46,25 persen. Hasil yang tak beda jauh juga ditunjukkan dari Lembaga Survei di Indonesia. Suara dari pasangan nomor urut tiga itu memimpin dengan posisi 53, 77 persen. Sementara Indobarometer menghitung, suara calon yang disokong PDI-Perjuangan ini menguasai 54,3 persen.

Dukungan dari koalisi partai politik pada pasangan Fauzi-Nachrowi seperti Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, bahkan Partai Keadilan Sejahtera, menurut Ari tidak membuktikan apa-apa. Bahkan, meski banyak dukungan dari tokoh-tokoh politik, para alim ulama, dan elit politik lainnya, nyatanya tidak berkesesuaian dengan suara masyarakat.

»Kemenangan Jokowi-Ahok sebenarnya merupakan suara masyarakat kritis yang tidak puas dengan pemerintahan sebelumnya,” ujar Ari.

Meski begitu, seandainya Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menang di putaran kedua ini, implikasinya pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2014 tidak signifikan. Sebab, masyarakat kritis ini hanya memilih kandidat, bukan partai.

»Kemenangan Jokowi yang diusung PDIP dan Gerindra tidak akan menimbulkan efek kongruen pada pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2014 mendatang karena yang dipilih masyarakat adalah kandidatnya,” ujarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar